Follow our news chanel

Previous
Next

13 siswa SMA Mbua ikut USBN di Wamena

13 siswa SMA Mbua ikut USBN di Wamena 1 i Papua
Pelaksanaan USBN siswa siswi SMA Negeri 2 Mbua di sekolah darurat-Jubi/Islami

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Wamena, Jubi – Siswa siswi SMA Negeri 2 Mbua, Kabupaten Nduga melaksanakan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) di sekolah darurat yang dibuat di halaman gereja Kingmi, Jemaat Weneroma, Ilekma, Jayawijaya, Senin (18/3/2019).

Kepala SMA Negeri 2 Mbua, Daniel Kayame mengatakan, siswa siswi yang ikut USBN sebanyak 13 orang. Seharusnya ada 17 orang, namun dua muridnya atas nama Nikson Umangge dan Selfina Lokbere tak hadir akibat terkena tembakan dan kelelahan saat mengungsi pasca konflik di awal Desember 2018.

“Dua orang lainnya hari ini tidak bisa ikut USBN, tetapi mereka dua orang ini jika besok masuk sekolah, bisa ikut susulan,” katanya.

Meski begitu kata Kayame, pelaksanaan USBN berjalan lancar dengan memulai mata ujian pendidikan agama dan Bahasa Indonesia.

“USBN ini menentukan kesiapan selanjutnya untuk pelaksanaan Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP) yang akan dilaksanakan awal April mendatang,” katanya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan USBN selama lima hari ke depan ini memang dalam suasana yang cukup memprihatinkan, karena dilaksanakan di tengah pengungsian.

Loading...
;

Meski begitu, ia pun telah menyampaikan ke anak didiknya untuk tetap semangat menghadapi ujian, apalagi mereka masih dalam beban trauma yang dalam.

“Situasi ini memang menjadi beban trauma yang berat, untuk sementara aman walaupun mereka tidak bisa menerima trauma seperti itu, yang terlalu beratkan teman mereka yang terkena imbas dari konflik yang terjadi,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Nduga, Jennes Sampoue membenarkan, pelaksanaan USBN tingkat SMA di Nduga berjalan lancar, baik yang di Keneyam, maupun di Wamena.

“Pagi tadi saya sudah buka USBN di Keneyam, dan langsung menemani bupati ke Wamena untuk melihat sekolah darurat di Weneroma,” katanya.

Koordinator tokoh agama Kabupaten Jayawijaya, Pendeta Esmon Walilo mengatakan, setelah melakukan investigasi dari tim kemanusiaan ternyata siswa SMA Mbua yang terkena tembak itu merupakan korban yang diklaim dilakukan aparat militer, dimana disangka merupakan OPM namun ternyata siswa kelas XII SMA Mbua.

“Dengan terpaksa siswa harus lakukan ujian di pengungsian, karena situasi di sana belum aman kecuali pasukan ditarik dan masyarakat bisa kembali menjalani hidup sehari-hari di kampung mereka masing-masing,” katanya. (*)

Editor:Syam Terrajana 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top