Follow our news chanel

Previous
Next

Jelang Pilgub, Polres Yahukimo gelar doa lintas agama

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Yahukimo, Jubi – Menjelang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur 2018, Polres Yahukimo bersama tokoh lintas agama melaksanakan doa bersama untuk mendukung pelaksanaan pilkada damai dan demokratis tahun 2018, yang dilaksanakan di Aula Tribrata, Polres Yahukimo, Sabtu (21/4/2018) di Dekai.

Acara itu dihadiri oleh PGGY, KPU, Panwas, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), TNI dan POLRI, Pemda, Anggota DPRD serta masyarakat.

Dalam doa lintas agama tersebut, Polres melibatkan empat perwakilan agama yakni, Islam, Katolik, Hindu, dan Kristen. untuk mendoakan pelaksanaan pilkada agar damai, menurut agama dan kepercayaan yang dianut.

Kapolres Yahukimo, AKBP Angling Guntoro menuturkan, dengan dilaksanakan doa lintas agama tersebut diharapkan  pemilihan Gubernur pada bulan Juni mendatang aman dan lancar.

“Hari ini kita sama-sama melaksanakan doa lintas agama sama-sama mendukung dan menciptakan pemilihan aman dan demokratis di Papua khususnya di Yahukimo ini,” kata Kapolres.

Menurutnya, kegiatan ini dilaksanakan karena banyak kekurangan dan kelemahan dalam pekerjaan yang polisi lakukan ini, untuk itu dukungan spritual seperti ini, sangat dibutuhkan.

Loading...
;

“Kita bersama tokoh agama supaya membantu dan mendoakan dalam merencanakan dan melaksanakan pilkada kedepan ini agar Tuhan bisa lindungi dan beri berkahNya supaya keamanan bisa terwujud di kabupaten ini,” terangnya.

 

Selain itu, Kapolres meminta agar menciptakan suasana yang aman, damai dan tidak terprovokasi dengan isu-isu yang menganggu kamtibmas menjelang pemilihan Gubernur.

“Saya berharap kita jaga keamanan bersama-sama, tidak mudah terprovokasi oleh berita-berita yang sifatnya tidak benar (hoaks) dan sebagainya,” tutup Guntoro.

Sementara itu, perwakilan Kementerian Agama di Kabupaten Yahukimo Benyamin Palintin menegaskan, pemuka agama dilarang berpolitik, baik di dalam Gereja, Masjid, Pura, karena menurutnya tempat ibadah hanyalah menjadi tempat untuk beribadah kepada Tuhannya masing-masing.

“Pemimpin agama dilarang berpolitik serta berkampanye di tempat ibadah,” tegas Benyamin Palintin.(*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top