Follow our news chanel

Previous
Next

Kepulauan Solomon perketat sejumlah larangan setelah dua kasus Covid-19

Pembatasan yang baru disetujui pada hari Senin (12/10/2020) oleh kabinet Kepulauan Solomon mencakup pembatasan jumlah penumpang angkutan umum. - RNZI/ Koroi Hawkins

Papua No.1 News Portal | Jubi

Honiara, Jubi – Pemerintah Kepulauan Solomon telah mengumumkan serangkaian pembatasan baru, sebagai tanggapan atas konfirmasi kasus kedua Covid-19 di negara itu, pada Minggu lalu (11/10/2020).

Kedua orang yang dinyatakan positif dalam satu pekan terakhir ini adalah bagian dari sekelompok pelajar yang dipulangkan dari Filipina, keduanya sedang diisolasi di fasilitas karantina ketika diperiksa. Mereka tidak menunjukkan gejala apa-apa dan kini telah dipindahkan ke bangsal isolasi di rumah sakit rujukan nasional untuk observasi tenaga kesehatan.

Perdana Menteri Kepulauan Solomon, Manasseh Sogavare, kembali menegaskan bahwa ia yakin Covid-19 dapat dijauhkan dari masyarakat umum.

Dia mengungkapkan telah menerima anjuran bahwa pada tahap ini belum perlu ada karantina wilayah sama sekali.

“Saya percaya akan tenaga-tenaga kesehatan profesional kita dan saya yakin mereka mampu bekerja dengan baik dan melindungi kita,” tutur Manasseh Sogavare. “Saya yakin bahwa kita dapat menghentikan transmisi dan menanggapi situasi ini tanpa gangguan yang besar pada kehidupan sehari-hari kita.”

Pembatasan baru, yang disetujui pada Senin (12/10/2020) oleh kabinet negara itu, mencakup penutupan semua pusat-pusat pengasuhan anak usia dini dan pasar kaki lima, serta pembatasan jumlah penumpang angkutan umum.

Loading...
;

Pertemuan massal, pertemuan gereja, dan acara olahraga dapat diadakan dengan persetujuan Kementerian Kesehatan dan mengikuti protokol Covid-19.

Sogavare juga mengumumkan perubahan dalam hal perjalanan internasional.

“Untuk sementara pemerintah menangguhkan penerbangan repatriasi sampai pemberitahuan lebih lanjut. Namun, penerbangan kargo dan penerbangan keluar tidak terpengaruh. Penerbangan khusus dan transit juga tidak terpengaruh,” kata Manasseh Sogavare.

Pemerintah juga meminta masyarakat di daerah-daerah untuk menunda rencana perjalanan ke ibu kota Honiara kecuali jika benar-benar diperlukan.

Sementara itu, hingga Selasa (13/10/2020), Guam sudah melaporkan 3.170 kasus Covid-19, termasuk 60 kematian. Polinesia Prancis baru saja mengumumkan kematian ke-11, dengan jumlah kasus melonjak menjadi 3.252 orang. Presiden Polinesia Prancis, Edouard Fritch, mengumumkan Senin (12/10/2020) kemarin bahwa dia juga positif terkena virus Corona setelah pulang dari kunjungan ke Paris dimana ia bertemu dengan Prancis Emmanuel Macron. (RNZI)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top